MADRASAH harapan
menuju kesuksesan
Kita harus ingat tujuan utama dari kita berSekolah yakni menuntut ilmu.
Terkadang idaman segelintir orang adalah bisa masuk MADRASAH yang ternama.
Menurut saya, MADRASAH ternama sekalipun belum bisa di katakan MADRASAH idaman.
Idaman kita semua dari berSekolah tentulah menjadi orang sukses dikemudian
hari. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses. Jadi, menurut saya, MADRASAH
idaman itu ialah MADRASAH yang mampu mengasah dan membentuk siswanya dalam
sebuah proses yang diminati dan dipahami agar menjadi siswa yang siap untuk
menjalani masa depannya.
Untuk menciptakan MADRASAH idaman dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak,
salah satunya adalah guru.
Guru tak hanya terampil dalam mengajar mata
pelajarannya tetapi juga harus bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi para
siswanya agar para siswa semangat dalam belajar dan juga mengajarkan nilai
moral dan etika, tidak hanya menuntut siswa dengan nilai sedangkan etika dan
penguasaan pengetahuannya belum mantap.
MADRASAH bukanlah untuk mengejar nilai,
tapi ilmu. Guru hendaknya juga menjalin komunikasi dengan orang tua siswa. Ini
penting agar orang tua tau perkembangan sang anak di MADRASAH dan sang guru
juga mengetahui perkembangan sang murid di rumah. Jika guru dan orang tua
kompak dalam mendidik siswa, sang siswa jadi mudah terarahkan ke cita-cita yang
ia inginkan.
Pemberian tugas dan pekerjaan rumah bagi siswa penting, tapi jangan terlalu
menekan siswa dengan tugas yang banyak ataupun pekerjaan rumah berupa hafalan.
Bisa dibayangkan stressnya para pelajar (termasuk saya) jika diberikan tugas
yang sangat banyak dari beberapa mata pelajaran dan tugas yang banyak hafalan.
Tugas yang terlampau banyak dan terkesan mendesak serta sukar di kerjakan akan
menghambat siswa untuk fokus pada pelajaran lain. Terlalu banyak hafalan juga
tidak bagus. Suatu pelajaran yang dipelajari secara menghafal akan cepat sirna.
MADRASAH adalah rumah kedua. Jika ada istilah home sweet home, maka ada juga
istilah Madrasah sweet Madrasah. Rumah memberikan rasa aman dan nyaman bagi
penghuninya, begitupun MADRASAH. MADRASAH juga harus memberikan rasa aman dan
nyaman bagi siswanya. Untuk itu MADRASAH diharapkan dapat memperhatikan
hubungan para siswanya. Jangan sampai ada pertemanan kearah negatif diantara
para murid. Hubungan negative dikalangan siswa diantaranya bermunculan
genk-genk seperti genk motor, senioritas, pemalakan, dan kekerasan.
siswa yang
menjadi korban dalam kasus-kasus tersebut dapat mengakibatkan depresi dan rasa
takut untuk bersekolah. disinilah peran aktif guru, siswa, maupun orang tua
siswa dibutuhkan.
Komunikasi diantara ketiga pihak tersebut harus baik agar
dapat menindak tegas para siswa yang berbuat demikian.
Kalau guru, siswa, dan orang tua siswa sudah oke, sekarang tinggal masalah
fasilitas dan lingkungan MADRASAH. fasilitas dan lingkungan MADRASAH ini perlu
guna menunjang pemahaman siswa dan kenyamanannya.
Pemahaman secara materi diberikan oleh guru, MADRASAH menunjangnya dengan
fasilitas yang butuhkan siswa untuk praktek mengenai materi yang telah
diberikan oleh guru dengan anggran BOS Madrasah. Fasilitas yang diberikan MADRASAH tentunya harus dalam
keadaan layak pakai dan dapat mencukupi kebutuhan siswanya. Rugikan .....???? dana
pemerintah dan uang Infaq jika ada yang dibayar tiap bulan tidak difungsikan sebagai
mungkin untuk siswanya?
Lingkungan MADRASAH yang kotor tentu dapat menurunkan minat belajar siswa
dan memberikan bonus bibit penyakit. Lingkungan MADRASAH yang asri, bersih, dan
sejuk pasti dapat menambah semangat siswanya untuk belajar. Saya rasa kondisi
bangunan siswa perlu diperhatikan agar tidak membahayakan siswa saat proses
pembelajaran.
Alangkah indahnya jika MADRASAH-MADRASAH dapat mewujudkan MADRASAH dambaan
saya seperti yang telah disebutkan. Memilih MADRASAH pasti akan terasa mudah.
Tidak ada lagi pembatas antara MADRASAH unggulan maupun MADRASAH yang terbilang
biasa. Semua MADRASAH itu sama, sama-sama berfungsi untuk mengeluarkan anak
bangsa yang berprestasi.
Harapan saya untuk pendidikan di Indonesia ke depannya ialah
semua lapisan masyarakat dapat memajukan mutu pendidikan di Indonesia hingga ke
berbagai pelosok pedalaman agar jika ujian nasional berbagai daerah dapat
merasa adil dengan pendidikan yang sederajat antara pedalaman dan di kota.
Jangan hanya terus menerus menyalahkan pemerintah yang tidak bisa memajukan
mutu pendidikan, tapi kita semua harus sadar bahwa kita juga turut
menentukannya. Jangan sampai pendidikan yang kurang baik yang kita terima
kembali di dapat oleh generasi selanjutnya. Kita harus sama-sama berusaha untuk
mewujudkan salah satu cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pengembang Potensi Siswa
Ali Munif, S.Pd.I
